Rasa

Mengapa Cinta yang Diperjuangkan, Layak Dirayakan?

Mengapa Cinta yang Diperjuangkan, Layak Dirayakan?

Pernahkah kamu duduk berdua dengan pasanganmu di suatu malam yang sepi, saling bertatap

muka, lalu tiba-tiba menyadari seberapa jauh kalian telah melangkah?

Sebelum kita disibukkan oleh urusan memilih kain gaun, mencocokkan jadwal vendor, atau

berdebat tentang daftar tamu undangan, ada perjuangan yang jauh lebih sunyi yang sudah kita

lalui. Perjuangan untuk tetap saling memilih ketika ego kita sedang sama-sama tinggi.

Perjuangan untuk tetap bertahan memegang tangan yang sama saat keadaan di sekitar kita

sedang tidak baik-baik saja. Dan perjuangan untuk saling memaafkan, berulang kali, pada

hal-hal yang sempat mematahkan hati.

Menata dua kepala, dua isi dada, dan dua latar belakang keluarga menjadi satu visi bukanlah

hal yang mudah. Kita semua tahu itu. Ada air mata yang jatuh diam-diam, ada kata maaf yang

harus diucapkan meski rasanya berat, dan ada kompromi yang melelahkan.

Di Digimo, kita tidak melihat pernikahan sebagai sebuah akhir dari persiapan acara satu hari

yang megah. Bagi kita, hari pernikahan adalah sebuah monumen kemenangan. Sebuah

perayaan untuk dua manusia yang menolak untuk saling melepaskan.


Itulah mengapa kita selalu berbisik pada diri kita sendiri: "Cinta yang diperjuangkan, layak dirayakan."

Kita Tidak Sedang Merayakan Pesta, Kita Sedang Merayakan "Kemenangan"

Cinta yang instan itu mungkin indah, tapi cinta yang dirajut lewat air mata, tawa, dan kesabaran

adalah cinta yang punya jiwa.

Saat kita akhirnya berdiri di pelaminan, atau saat kita membagikan kabar bahagia lewat

selembar undangan, kita sebenarnya tidak sedang sekadar memamerkan sebuah acara. Kita

sedang membuat sebuah maklumat hangat kepada semesta: “Lihatlah kita. Kita pernah diuji

oleh jarak, kita pernah dihantam kesalahpahaman, kita pernah hampir menyerah, tapi kita

memilih untuk pulang ke orang yang sama. Dan hari ini, kita menang.”

Merayakan artinya mengakui. Mengakui bahwa setiap malam penuh diskusi panjang yang

menguras energi, setiap doa yang kita langitkan dalam diam, dan setiap luka yang berhasil kita

sembuhkan bersama adalah hal yang sakral. Semua itu adalah investasi rasa yang teramat

mahal.

Karena Kita Adalah Manusia yang Berjalan Bersama

Di sini, di balik nama Digimo, kita semua adalah manusia biasa yang sama seperti kamu.

Manusia yang tahu persis rasanya jatuh cinta, rasanya patah, dan rasanya berjuang

habis-habisan demi mempertahankan seseorang yang kita sebut "rumah".

Kita tidak ingin berdiri di depanmu sebagai sebuah penyedia jasa yang kaku. Kita ingin duduk di

sampingmu, menggenggam tanganmu, dan menjadi wadah yang aman untuk merawat serta

menjaga cerita perjuanganmu. Karena kita tahu, cerita bagaimana kamu dan dia bisa bertahan

sampai detik ini adalah sebuah karya seni yang terlalu indah untuk dilupakan.

Jadi, jika saat ini kamu sedang merasa jenuh, lelah, atau cemas baik karena urusan teknis

pernikahan maupun karena dinamika hubunganmu, tarik napas dalam-dalam. Saling

memandanglah sejenak dengan pasanganmu.

Ingatlah kembali badai-badai kecil yang sudah berhasil kalian jinakkan bersama hingga bisa

sampai di titik ini. Perjalanan kalian teramat berharga. Dan percayalah, cinta yang sudah kalian

perjuangkan dengan begitu hebat, sangat layak untuk kita rayakan dengan cara yang paling

hangat.

TOP